Sejarah Sekolah

Sejarah Sekolah

SEJARAH SINGKAT BERDIRINYA SMP TARAKANITA 4

( Oleh Petrus Surawan)

 

Di daerah Rawamangun Jakarta Timur telah berdiri TK Tarakanita 5 di Jl. Wisma Jaya dan SD Tarakanita 5 di Jl. Pemuda No. 6. maka untuk menampung lulusan dari SD Tarakanita 5 dipandang perlu untuk mendirikan SMP Tarakanita di Wilayah Rawamangun maka  dibukalah SMP Tarakanita 4  sehingga di Rawamangun ada TK, SD dan SMP Tarakanita 4

 

Tanggal 1 Januari 1977 dimulailah kegiatan belajar dan mengajar di SMP TARAKANITA 4 yang dipimpin oleh Sr. Tarcisia, CB.  dibantu oleh Sr. Clara, CB beserta 5 orang guru  diantaranya adalah Bp. Ir. St. Pratignyo, Bp. A. Mahardono,  Bp. Fx. Marijo, Ibu Lena Ynus, dan Ibu Melany dan 1 orang pembantu pelaksana yaitu Bp. Sainin.

Tahun pertama  SMP Tarakanita 4 menerima siswa 2 kelas  dan menempati gedung lantai 2 SD Tarakanita 5 yang lebih dahulu berdiri..

Pada pertengahan tahun pelajaran ada pergantian Kepala sekolah Sr. Tarcisia CB. diganti oleh Sr. Elisabetha CB.

 

Tahun pelajaran yang kedua yaitu   2 Januari 1978 menerima siswa lagi 2 kelas  jadi semua ada 4 kelas yaitu kelas  satu 2 kelas dan kelas dua  2 kelas. dan ada tambahan beberapa Guru dan seorang Tata Usaha bernama Petrus Surawan  yang siap bekerja satu hari penuh dari pagi sampai sore hari, karena pada pada waktu itu ruangan sudah ada tetapi sarana misalnya meja, kursi baru mencukupi untuk 2 kelas, maka kegiatan sekolah kelas I masuk pagi  dan kelas 2 masuk siang  ( pada waktu itu belum ada istilah kerja lembur yg ada imbalannya)

Setelah  1 tahun berjalan dengan sarana dan prasarana yang sangat minim misalnya mesin tik saja masih pinjam SD Tarakanita 5.  Pada semester pertama tahun kedua baru  punya mesin ketik sendiri, tetapi belum punya mesin stensil, sehingga kalau mau ulangan umum atau ujian mengetik soal di Susteran Jl. Balai Pustaka Barat 712 Rawamangun dan kalau memperbanyak soal di SMP Tarakanita 3 Patal Senayan.

 

Pada tahun ke tiga yaitu tahun 1979 kegiatan belajar sudah bisa masuk pagi semua dengan kelas paralel dua atau  6 kelas. Dan yang sangat penting terus diingat adalah pada tahun itu juga (1979) terjadi perubahan tahun pembelajaran yang tadinya Januari sampai dengan Desember menjadi Juli sampai dengan Juni, maka pada saat itu kegiatan belajar dalam satu tahun ajaran menjadi satu setengah tahun. 

 

Pertama kali melaksanakan EBTA/EBTANAS sendiri tidak bergabung dengan sekolah lain, dengan jumlah perserta 58 orang pada tahun 1979/1980 dan berhasil lulus 100 %,

Bulan Juli 1980 Sr. Clara CB pindah ke Yogyakarta dalam rangka melanjutkan belajar.

 

Pada tahun ajaran 1987/1988 terjadi penggabungan Yayasan antara Yayasan Keluarga yang berada di Jakarta dengan Yayasan Tarakanita, maka semua sekolah ( Semua siswa,guru dan karyawan) yang dikelola oleh Yayasan Keluarga di Jakarta yaitu TK, SD, dan SMP Yayasan keluarga yang beralamat di Jl. Balai Pustaka Baru I  bergabung dengan TK, SD, dan SMP Tarakanita yang berada di daerah.Rawamangun, sehingga SMP Tarakanita 4 yang tadinya beralamat di Jl. Pemuda No. 6  pindah alamat menempati gedung sekolah Yayasan Keluarga  yaitu di Jl. Balai Pustaka Baru I seperti yang sekarang  ini. Dengan demikian yang tadinya jumlah kelas 2 paralel menjadi 5 paralel kelas.

 

 

 

 

 

 

Juga terjadi pergantian Kepala sekolah dari Sr. Elisabetha CB diganti oleh Sr. Kristiana CB, sedangkan Sr. Elisabetha CB. tetap berkarya di SMP Tarakanita 4 sebagai bendahara/kasir sampai dengan  memasuki masa pensiun  1 Januari 1990.

 

Pada tahun ajaran 1993/1994 terjadi lagi pergantian Kepala sekolah, tepatnya pada tanggal 1 Juli 1993 Sr. Kristiana, CB pindah ke Surabaya diganti oleh Sr. Yustina CB. dari Wonogiri.

 

Pada tahun  ajaran  1999/2000, tepatnya pada tanggal 1 Juli 1999 Sr. Yustina CB. pindah ke Bengkulu  diganti oleh Sr. Theresiana CB yang sebelumnya menjadi Kepala sekolah SMP Tarakanita 5.

Selama kepemimpinan Sr. Theresiana CB. diadakan renovasi gedung yang cukup besar kegunaannya untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, yaitu dengan mengganti bangunan lama terdiri dari 3 kelas, perpustakaan dan gudang, menjadi bangunan berlantai 3 seperti yang sekarang terlihat dan dapat dipergunakan sebagai  kelas, perpustakaan aula dan lain-lain., sehingga yang tadinya dari  5  kelas paralel sekarang menjadi 6 kelas paralel

 

Pada tahun pelajaran 2002/2003 terjadi pergantian kepala sekolah, tepatnya pada tanggal 1 Juli 2002 Sr. Theresiana CB. diganti oleh Bapak Damianus Wiyono., dan Sr. Anna Maria CB. pindah dari SMP Tarakanita 5 ke SMP Tarakanita 4 Rawamangun sebagai wakil kepala sekolah

 

Pada tahun ajaran 2005/2006 terjadi pergantian kepala sekolah tepatnya tanggal 1 Juli 2005 Bapak D. Wiyono diganti oleh Sr. Luisa, CB yang sebelumnya kepala SD Tarakanita 3 Patal Senayan, sedangkan Sr. Anna Maria CB pindah ke Cigugur, Kuningan, Jawa Barat.

 

Pergantian kepala Sekolah masih berlanjut. Pada bulan Juni 2007 Sr Luisa mendapat tugas perutusan baru di SMP Tarakanita 2 Pluit sehingga SMP Tarakanita 4 mempunyai kepala Sekolah baru. Sr Yudith melanjutkan kepempimpinan dari tanggal 1 Juli 2007 – Juni 2013. Dan pada tanggal 1 Juli 2013 pimpinan dilanjutkan oleh Bapak Yosef Todarung S.S, M.M yang sebelumnya menjabat sebagai wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Masa kepemimpinan Bapak Yosef Todarung hanya sampai akhir Juni 2013 karena Bapak Yosef mendapat tugas baru di Kantor Pusat Yayasan Tarakanita. Kepala sekolah yang sekarang menjabat adalah Bapak FX Suminto MPd.

 

Sejak berdirinya SMP Tarakanita 4 sampai  sekarang sudah banyak prestasi yang dicapai tingkat wilayah maupun nasional dan  animo masyarakat terhadap SMP Tarakanita 4 cukup tinggi.

 

Demikian riwayat singkat ini saya buat bilamana ada yang tidak sesuai atau tidak berkenan di hati  Bapak/Ibu /Saudara sekalian saya mohon diberikan pintu maaf yang sebesar-besarnya, akhir kata  Semoga SMP TARAKANITA 4 TETAP JAYA DAN SELALU DICINTAI MASYARAKAT SEKITARNYA DAN WARGA DKI JAKARTA PADA UMUMNYA,